Tugas 1 (Etika dan Profesionalisme TSI#)

Tinggalkan komentar

April 1, 2016 oleh Abdi Suhendra Manik

Kecelakaan di Palang Pintu Kereta Api Meningkat

Kecelakaan di Palang Pintu Kereta Api Meningkat  

TEMPO.CO, Jakarta – Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di perlintasan sebidang kereta api tahun ini meningkat dari tahun lalu. Dari data yang dihimpun Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, pada 2014, kecelakaan di palang pintu kereta ada 17 kasus, sedangkan tahun ini mencapai 31 kasus.

“Tahun ini kami mencatat ada peningkatan sebesar 82 persen,” ujar Kepala Subdirektorat Penegak Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Budiyanto, Rabu, 9 Desember 2015.

Tingginya angka kecelakaan ini, menurut Budiyanto, disebabkan masih kurangnya disiplin masyarakat dalam berkendara. Pada Rabu, Ditlantas menertibkan 166 pelanggaran di perlintasan kereta api. “Kami melakukan penilangan dan teguran simpatik kepada mereka yang menerobos palang pintu kereta. Ada 166 pelanggar di beberapa daerah yang kami sisir.”
Dari data yang dihimpun Ditlantas, pelanggaran paling banyak terjadi di perlintasan Pasar Minggu, ada 115 pelanggaran. Selanjutnya perlintasan Pasar Kebayoran Lama 17 pelanggar, perlintasan jalan Rajawali Jakarta Pusat 11 pelanggar, perlintasan Pramuka di Jakarta Timur 8 pelanggar, serta di perlintasan Latumanten, Jakarta Barat; dan di Stasiun Bekasi, masing-masing 5 pelanggar.

Menerobos palang pintu kereta secara sembarangan bisa mengakibatkan kecelakaan fatal. Kecelakaan fatal terakhir terjadi di perlintasan Stasiun Angke, Tambora, Jakarta Barat. Sebanyak 18 orang tewas saat kereta api Commuter Line dengan nomor 1528 rute Jatinegara-Angke menabrak sebuah bus Metro Mini yang menyerobot palang pintu kereta.

sumber : https://m.tempo.co/read/news/2015/12/10/214726503/kecelakaan-di-palang-pintu-kereta-api-meningkat

komentar saya :

Dari hasil laporan statistik diatas, masih banyak masyarakat yang belum patuh terhadap peraturan lalu lintas, mementingkan diri-sendiri, egois, gak sabaran, cepat marah, merasa benar, dan lain-lain. Dan hal-hal yang saya sebut di atas bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain. Padahal, sedari kecil kita sudah diajarkan untuk bersikap punya attitude yang baik, tidak merugikan orang lain, dan gak gampang marah.

Menurut saya, ini adalah hal yang sepele. saat palang sudah menutup, dan sirine dibunyikan petugas sebagai tandanya ada kereta mau lewat, ya kita harus berhenti di belakang palang, bukan di depan palang atau bahkan nekat menerobos. Belum lagi ada kendaraan yang berhenti di jalan yang berlawanan arah.. malah membuat keadaan semakin semerawut. kalau begini, kan kasian pengguna jalan lain yang sudah tertib dan sabar mengantri.

Semoga kedepannya masyarakat semakin sadar diri, dan mematuhi peraturan lalu lintas. Jangan bermain-main dengan nyawa diri sendiri. lebih baik sabar menunggu 5 menit, daripada kehilangan nyawa. Ingat, keluarga menunggu di rumah.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Arsip

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 3 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: